NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa negara-negara di kawasan ASEAN dan Korea Selatan menargetkan peningkatan pertukaran wisatawan dua arah dari 13 juta menjadi lebih dari 20 juta orang melalui penguatan fasilitasi perjalanan dan peningkatan kualitas layanan pariwisata regional.

“Fokus kami beralih ke hasil nyata yaitu menguji coba inisiatif bersama, menstandarisasi kerangka kerja layanan regional, dan mengintegrasikan solusi digital di seluruh rantai nilai perjalanan pelanggan,” kata Deputi Bidang SDM dan Kelembagaan Kemenpar Martini M. Paham dalam ASEAN-Korea Rountable In Tourism (AKRT) 2026 di Jakarta, Kamis.

Martini menyampaikan kerja sama tersebut diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret dalam meningkatkan konektivitas dan pengalaman wisatawan di kawasan.

Target peningkatan pertukaran wisatawan tersebut juga sejalan dengan upaya Indonesia mengembangkan pariwisata berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inklusif, sebagaimana arahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut pertemuan itu menjadi bagian dari Inisiatif Kerja Sama Ekonomi FTA ASEAN-Korea. Kegiatan di Jakarta melanjutkan pertemuan perdana di Da Nang, Vietnam tahun lalu yang menghasilkan penilaian dasar, dialog kebijakan lintas negara, serta identifikasi hambatan mobilitas wisatawan.

Dalam pertemuan tahun ini, pembahasan diarahkan pada pelaksanaan inisiatif bersama, penyelarasan kerangka layanan pariwisata regional, serta integrasi solusi digital di sepanjang rantai perjalanan wisatawan.

Ia menyampaikan acara akan digelar selama dua hari untuk mengajak peserta membahas empat tema utama, yakni peningkatan keamanan dan fasilitasi perjalanan, penguatan sistem untuk mengatasi kendala perjalanan, pelatihan sumber daya manusia pariwisata, serta pemahaman terhadap keragaman budaya.

Nantinya berbagai rekomendasi kebijakan dari pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui kelompok kerja teknis agar dapat diterjemahkan menjadi langkah kelembagaan.

Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan teknis ke Taman Mini Indonesia Indah pada Sabtu (7/11) untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada para peserta.

Direktur Eksekutif Biro MICE Korea dari perwakilan Organisasi Pariwisata Republik Korea Hyun Sun Hong menambahkan pertemuan itu merupakan sebuah jembatan untuk bertukar pengetahuan bersama, memperkuat persahabatan serta kerja sama di antara pemerintahan seluruh negara yang hadir.

Hong meyakini baik Korea Selatan maupun ASEAN merupakan mitra yang saling dihargai yang dapat menambahkan pengetahuan bersama melalui pengetahuan di sektor pariwisata dan cara untuk memperkuat dampaknya pada masyarakat.