Ia menjelaskan tema utama From Smart Village to Global Market tetap dipertahankan sebagai landasan penyelenggaraan dan untuk memperkaya konsep. Pihaknya mengusulkan pengembangan tema yang terinspirasi dari Hari Kartini serta kontribusi perempuan dalam menjaga warisan budaya dan mengembangkan industri kerajinan.
Sejumlah tokoh perempuan dari berbagai daerah akan menjadi sumber inspirasi mulai dari Laksamana Malahayati dari Aceh, Martha Christina Tiahahu dari Maluku, R.A. Kartini dari Jepara, Dewi Sartika dari Jawa Barat, dan H. R. Rasuna Said dari Sumatera Barat.
Menurut dia, inspirasi dari para tokoh tersebut tidak hanya mengangkat dari kisah perjuangan dan kepahlawanan, tetapi juga mencakup kekayaan budaya daerah asal mereka, mulai dari busana, motif, wastra, aksesori, hingga ragam kerajinan tradisional.
Ia menjelaskan semangat emansipasi dan pemberdayaan yang diperjuangkan tokoh-tokoh perempuan Nusantara hingga kiprah perempuan inspiratif di dunia fesyen masa kini mencerminkan ketangguhan, kemandirian, dan eksistensi perempuan dalam berkarya.
βKonsep tersebut juga akan dikembangkan melalui kolaborasi unsur tradisional dan desain kontemporer. Salah satu gagasan adalah peragaan busana yang mengadaptasi pakaian masa lalu ke dalam rancangan modern,β kata dia pula.