NADIKABAR.COM β Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan The 27th The Jakarta International Handicraft Trade Fair atau INACRAFT yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta pada 21-25 April 2027 yang mengusung inspirasi tokoh perempuan Nusantara.
βDalam rapat persiapan bersama PT Mediatama Event selaku event organizer, ASEPHI membahas pemantapan konsep pameran, struktur kepanitiaan, serta strategi promosi untuk menghadapi tantangan penyelenggaraan tahun depan,β kata Direktur Utama PT Mediatama Event Umi Noor Wijiati, di Jakarta, Kamis.
Ia memastikan The 27th INACRAFT akan berlangsung pada April 2027 sebagai ajang pameran kerajinan terbesar. INACRAFT tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi para peserta, tetapi juga berkontribusi menggerakkan roda perekonomian rakyat secara lebih luas.
βSelain mempertahankan tema From Smart Village to Global Market, penyelenggaraan akan mengangkat inspirasi tokoh perempuan, memperkuat program keberlanjutan, serta menghadirkan kembali Icon dan Country of Honor,β kata dia.
Menurut dia, satu kesepakatan dalam rapat tersebut adalah penggunaan nama The 27th INACRAFT untuk memperkuat konsistensi identitas pameran.
Sebelumnya, INACRAFT kerap disebut dengan berbagai istilah, seperti INACRAFT utama, INACRAFT klasik, maupun sister event.
βKe depan, penamaan akan disesuaikan dengan urutan penyelenggaraannya,β kata dia lagi.
Wakil Ketua Umum I ASEPHI Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Regional dan Internasional sekaligus Project Manager The 27th INACRAFT Baby Jurmawati mengaku optimistis penyelenggaraan pameran pada April dapat memanfaatkan momentum buying season di kawasan Asia Tenggara.
Menurut dia, pada periode tersebut, sejumlah pameran dagang dan kerajinan regional, seperti ASEAN Craft, Style Bangkok, dan Lifestyle Vietnam juga berlangsung.
Pihaknya berharap INACRAFT menjadi tujuan lanjutan bagi pembeli yang mengikuti rangkaian pameran tersebut, sehingga dapat memperluas peluang transaksi dan jejaring bisnis produk kerajinan Indonesia.
Ia menjelaskan tema utama From Smart Village to Global Market tetap dipertahankan sebagai landasan penyelenggaraan dan untuk memperkaya konsep. Pihaknya mengusulkan pengembangan tema yang terinspirasi dari Hari Kartini serta kontribusi perempuan dalam menjaga warisan budaya dan mengembangkan industri kerajinan.
Sejumlah tokoh perempuan dari berbagai daerah akan menjadi sumber inspirasi mulai dari Laksamana Malahayati dari Aceh, Martha Christina Tiahahu dari Maluku, R.A. Kartini dari Jepara, Dewi Sartika dari Jawa Barat, dan H. R. Rasuna Said dari Sumatera Barat.
Menurut dia, inspirasi dari para tokoh tersebut tidak hanya mengangkat dari kisah perjuangan dan kepahlawanan, tetapi juga mencakup kekayaan budaya daerah asal mereka, mulai dari busana, motif, wastra, aksesori, hingga ragam kerajinan tradisional.
Ia menjelaskan semangat emansipasi dan pemberdayaan yang diperjuangkan tokoh-tokoh perempuan Nusantara hingga kiprah perempuan inspiratif di dunia fesyen masa kini mencerminkan ketangguhan, kemandirian, dan eksistensi perempuan dalam berkarya.
βKonsep tersebut juga akan dikembangkan melalui kolaborasi unsur tradisional dan desain kontemporer. Salah satu gagasan adalah peragaan busana yang mengadaptasi pakaian masa lalu ke dalam rancangan modern,β kata dia pula.