"Saya benar-benar enggak kebayang sampai final. Yang penting dari awal saya nembak bagus saja. Iya, ini semesta sepertinya mendukung. Pas saya nembah anginnya enggak terlalu kencang, tapi pas Filipina nembak, lumayan kencang," ujar Hani.

Medali emas itu terasa semakin istimewa karena menjadi penampilan pertama Hani di Asian Games. Ia menyebut perjalanan menuju podium tertinggi sebagai kejutan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

"Ini plot twist banget dalam hidup saya. Saya lawan India dan Korea yang sudah menguasai panahan dan atlet top. Ternyata saya bisa," ucapnya.

Di balik pencapaian tersebut, ada sosok sang ibu, Nurlisa, yang membuat medali emas ini semakin spesial. Hani secara khusus ingin mempersembahkan emas tersebut untuk ibunya. "Jelas untuk ibunda tercinta. Pesan dari ibu cuma bilang kalau bonus dapat Rp3 miliar, ibu bisa umrah. Saya ingin mewujudkan harapan ibu," kata Hani.

Kini, satu mimpi mulai diwujudkan Hani, yakni tampil di Olimpiade. "Goal saya memang main di Olimpiade," ujar Hani.