Menurut Menpora berusia 56 tahun ini, kondisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi yang harus dilakukan secara objektif bersama pimpinan cabor. Evaluasi bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan melihat apa yang terjadi di lapangan, faktor yang membuat capaian belum sesuai target, serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

"Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Target menjadi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur," tuturnya.

Kemenpora, lanjut Erick, akan terus melakukan monitoring terhadap pertandingan yang masih berlangsung dan berkoordinasi dengan para pimpinan cabor untuk memastikan seluruh potensi medali Indonesia dapat dimaksimalkan.

"Perjalanan Asian Games masih panjang. Kita tidak boleh berhenti. Yang paling penting sekarang kita terus dukung atlet yang bertanding, kita apresiasi perjuangan atlet. Sambil juga kita evaluasi apa yang belum sesuai, dan kita terus bergerak bersama sampai akhir Asian Games, sehingga kita pastikan setiap pertandingan diperjuangkan dengan maksimal untuk Merah Putih," tambahnya.

Konsistensi menjaga fokus hingga akhir Asian Games menjadi tugas seluruh unsur kontingen. Kemenpora tetap menargetkan empat medali emas kepada NOC (National Olympic Committee) Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan para pimpinan cabang olahraga.