Pencapaian itu cukup berarti karena menjadi penampilan perdana Indonesia pada cabang anggar kursi roda di Asian Para Games.

Namun, perjalanan tersebut tidak berlanjut pada Asian Para Games Hangzhou 2022 yang baru diselenggarakan pada Oktober 2023.

Para anggar tidak termasuk dalam 12 cabang olahraga yang diikuti kontingen Merah Putih.

Delapan tahun setelah penampilan di Jakarta, Indonesia kembali menurunkan wakil pada Asian Para Games 2026.

Kali ini hanya tiga atlet yang memperkuat Merah Putih, yakni Didit Diantoro dari Jawa Tengah, Ryo Afandi dari DKI Jakarta, serta Alika Shalshabilah Lamasano dari Jawa Barat.

Ketiganya menghadapi tantangan besar untuk mengimbangi atlet-atlet yang telah terbiasa bertanding di kejuaraan dunia maupun Paralimpiade.

Bagi Didit, perbedaan tingkat persaingan tersebut cukup terasa.

Pada ASEAN Para Games di Thailand, Januari 2026, ia mampu menembus semifinal nomor epee individu kategori A putra sebelum kalah 12-15 dari wakil Malaysia Krisana Sriujun.

Namun, ketika memasuki persaingan tingkat Asia di Nagoya, ia harus menghadapi lawan dengan pengalaman lebih panjang dan prestasi lebih tinggi.

Kondisi serupa dihadapi Ryo yang masih berada dalam tahap membangun pengalaman internasional.

Atlet asal DKI Jakarta itu merupakan peraih medali emas nomor sabre individu kategori B pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Solo.

Setahun kemudian, Ryo mendapat kesempatan menghadapi atlet-atlet dunia dalam Para Fencing World Cup 2025 yang juga berlangsung di Solo.

Ia mampu mencapai babak delapan besar nomor sabre kategori B putra. Namun, pada nomor epee, Ryo masih kesulitan menghadapi persaingan internasional.

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa keberhasilan di tingkat nasional belum cukup menjadi bekal untuk bersaing di panggung dunia.

Alika juga menjadi bagian dari generasi atlet yang tengah mengembangkan kemampuan untuk menghadapi persaingan internasional.

Atlet asal Jawa Barat itu telah merasakan persaingan dalam Peparnas 2024 sebelum tampil pada Para Fencing World Cup 2025 di Solo.

Pelatih para anggar Indonesia Firman Raflesio mengakui persaingan pada Asian Para Games kali ini masih cukup berat bagi anak asuhnya.