NADIKABAR.COM — Bursa saham Indonesia mengawali pekan dengan penguatan. IHSG pada perdagangan Senin (5/10) naik 1,36% ke level 6.118,86.

Sejumlah saham menjadi penopang indeks, di antaranya BYAN yang naik 4,26%, BBCA menguat 1,23%, dan BBRI naik 1,30%. Sebaliknya, DCII turun 3,14%, CASA melemah 3,49%, dan GOTO terkoreksi 3,33%.

Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp123,10 miliar di pasar reguler. Jika memperhitungkan seluruh pasar, nilai net sell asing tercatat Rp115,72 miliar.

Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor saham berakhir menguat. Sektor Property mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 2,31%, sedangkan sektor Technology menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 1,33%.

Pergerakan positif juga terlihat di bursa Amerika Serikat. Dow Jones naik 0,18% ke level 51.267, S&P 500 bertambah 0,66% ke 7.773, dan Nasdaq menguat 1,05% ke 27.477.

Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih longgar turut menjadi perhatian pasar setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan. Sejalan dengan pergerakan tersebut, ETF EIDO naik 2,05% dan indeks MSCI Indonesia menguat 1,63%.

TPIA terus mengembangkan bisnisnya melalui tiga pilar, yaitu Energi & Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas. Strategi tersebut menjadi bagian dari pengembangan Chandra Asri Group di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Pada lini Energi & Kimia, TPIA tengah membawa fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon menuju tahap operasional. Fasilitas ini akan melengkapi naphtha cracker Cilegon yang memiliki kapasitas ethylene 0,90 juta metrik ton per tahun.

Ekspansi TPIA juga ditopang aset di Singapura. Perseroan memiliki kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari, naphtha cracker berkapasitas 1,10 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom, serta sekitar 2,50 juta metrik ton aset kimia hilir di Pulau Jurong.

Sementara itu, bisnis Infrastruktur Terintegrasi mencakup Daya, Air, Kepelabuhanan dan Penyimpanan, serta Logistik. Empat bidang tersebut dikembangkan untuk mendukung aktivitas industri dan konektivitas regional.

Di sisi Solusi Mobilitas, TPIA mengoperasikan sekitar 60 SPBU ritel Esso dan mengembangkan bisnis mobilitas di Singapura serta Malaysia.