βKeberhasilan sebuah organisasi bukan hanya tentang seberapa besar bisnis anggotanya berkembang. Tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada masyarakat dan seberapa besar warisan positif yang dapat kita tinggalkan,β ujar Winastra.
Menurut dia, Asita memiliki posisi strategis karena biro perjalanan wisata berperan dalam menentukan destinasi yang dikunjungi wisatawan, aktivitas yang dilakukan, hingga produk yang mereka beli. Peran tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan wisatawan pada perjalanan yang lebih bertanggung jawab.
Asita Bali, kata dia, ingin mendorong wisatawan agar tidak hanya mengunjungi destinasi populer, tetapi juga mengenal desa wisata, membeli produk lokal, menghargai tradisi dan menjaga lingkungan.
Dengan cara itu, manfaat ekonomi pariwisata diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Di sisi lain, Winastra memaparkan kontribusi anggota Asita Bali terhadap pergerakan wisatawan ke Pulau Dewata.
Ia menyebut sekitar 63 persen kunjungan wisatawan secara luring turut didorong melalui jaringan dan aktivitas anggota Asita Bali.
Namun, dirinya tidak menjelaskan secara terperinci periode penghitungan, jumlah total kunjungan yang menjadi dasar perhitungan, maupun metodologi yang digunakan untuk memperoleh persentase tersebut.