Untuk memperkuat promosi dan jejaring industri, Asita Bali menjalankan sejumlah program, di antaranya Bali and Beyond Travel Fair (BBTF), yang mempertemukan pelaku industri pariwisata dengan pembeli dari 44 negara dan menghadirkan lebih dari 1.000 peserta.
Asita Bali juga menggelar kegiatan seperti Bali Tourism Run dan SAKIRA serta menjalin kerja sama dengan sejumlah daya tarik wisata, termasuk Monkey Forest Ubud, Jatiluwih, dan Pura Besakih.
Melalui berbagai program tersebut, Asita Bali berupaya memperkuat hubungan antara biro perjalanan, pengelola destinasi, dan masyarakat.
Organisasi Asita Bali juga ingin memperluas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi bagi tantangan pariwisata.
Winastra berharap momentum Musda XV menjadi kesempatan bagi Asita Bali untuk memperkuat organisasi sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan industri.
Ia menilai, pariwisata masa depan harus semakin mengutamakan kualitas pengalaman, keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.