NADIKABAR.COM — Pada 22 Oktober 2026, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berdiri di Miangas, pulau yang letaknya lebih dekat ke Filipina daripada ke ibu kota provinsinya sendiri.
Ia meninjau Titik Nol, pos pengamanan, fasilitas lintas batas, dan sekolah. Hal yang dicatat dari warga sederhana saja: sumur bor, jalan desa, dan revitalisasi sekolah.
Sepekan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT). Badan yang sejak 2010 mengelola perbatasan, kini juga ditugasi memperhatikan daerah terpencil.
Di Miangas, dua tugas itu terlihat di satu pulau. Batas negara sudah ditandai dengan titik yang koordinatnya pasti. Kebutuhan warganya baru tercatat; urutan dan pelaksananya sedang disusun.
Titik itu sendiri punya riwayat. Pada 1928, Miangas, yang dalam berkas perkara disebut Palmas, menjadi sengketa antara Belanda dan Amerika Serikat di Mahkamah Arbitrase Permanen.