Pertanyaannya kemudian: dengan ukuran apa negara memilih wilayah yang didahulukan?

BNPP tidak memulai dari nol. Untuk 2025–2029, badan ini bekerja dengan 299 kecamatan prioritas, terdiri atas 204 kecamatan perbatasan dan 95 kecamatan dalam delineasi pusat kegiatan strategis nasional. Ukuran perkembangannya mencakup pendidikan, kesehatan, pasar, air minum, dan sanitasi. Kesejahteraan sudah lama menjadi bagian pengelolaan perbatasan.

Namun, satuannya kecamatan, sedangkan Asta Cita keenam berbicara tentang desa. BNPP mengenali selisih itu pada September 2024. Dalam satu kecamatan perbatasan bisa ada desa yang jalannya baik dan desa yang airnya harus dijemput dengan perahu. Data kecamatan cukup untuk menentukan arah, tetapi untuk memilih antara sumur bor dan dermaga, yang diperlukan data desa.

Karena itu, salah satu pekerjaan awal BNPPDT adalah menentukan ukuran. Pada 26 Oktober, BNPPDT bersama Kantor Staf Presiden membahas pemetaan dan kriteria daerah terpencil sebagai dasar rencana induk dan rencana aksi. Kriteria itulah yang kelak menentukan kebutuhan siapa yang masuk ke perencanaan.