NADIKABAR.COM — Astra mendukung budaya wisata bersih berbasis melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA). Upaya ini diwujudkan melalui program pelatihan, pendampingan usaha, hingga penyediaan infrastruktur bagi desa, salah satunya di Desa Wisata Hariara Pohan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menjelaskan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman diperlukan sinergi bersama pemerintah serta masyarakat. Pihaknya berupaya menghadirkan budaya wisata bersih dengan mendorong keterlibatan warga setempat sebagai agen perubahan dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan.

"Astra terus berkomitmen mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman melalui sinergi dengan masyarakat dan pemerintah. Gerakan Wisata Bersih merupakan bagian dari komitmen Astra dalam mendukung tata kelola pariwisata berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif, Astra berupaya menghadirkan budaya wisata bersih yang melibatkan masyarakat sebagai agen perubahan," ujar Boy dalam keterangan tertulis, Jum'at (25/9/2026).

Program DSA sebenarnya telah hadir di Kabupaten Samosir sejak 2018. Desa Hariara Pohan bahkan mengukir prestasi sebagai Juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 kategori homestay serta berhasil mengekspor andaliman senilai Rp 340 juta ke Jerman dan Prancis pada 2024.

Selain itu, desa ini juga mencatatkan lonjakan kunjungan hingga lebih dari 1,2 juta wisatawan sepanjang 2024. Angka tersebut jauh melampaui target awal tahun yang diperkirakan sebanyak 600 ribu pengunjung.

Seiring dengan pesatnya lonjakan wisatawan, pengelolaan sampah menjadi hal krusial untuk dilakukan. Langkah ini sangat penting mengingat daya tarik wisata menjadi tumpuan utama mata pencaharian masyarakat setempat.

Pengelola Desa Wisata Hariara Pohan sekaligus Ketua TPS3R, Muhammad Yusuf Sihotang, menceritakan bahwa persoalan sampah sempat menjadi tantangan besar di kawasan Bukit Holbung. Namun, keikutsertaan dalam ajang ADWI 2023 menjadi pemantik semangat warga untuk mulai membenahi kelestarian lingkungan.

"Pariwisata memberikan pendapatan terbanyak kepada masyarakat di desa ini. Sebelumnya, sampah dari Bukit Holbung sudah seperti air mancur. Dari atas itu turun ke bawah bukit. Karena ikut serta dalam ajang ADWI 2023, kami perlahan termotivasi untuk membersihkan sampah-sampah itu," tutur Yusuf.

Dalam pelaksanaannya, sampah plastik dari berbagai desa dikumpulkan dan dipilah sesuai jenisnya sebelum dicacah menggunakan mesin khusus. Hasil cacahan tersebut kemudian diproses melalui tabung reaktor untuk dikonversi menjadi BBM jenis solar.

Kini, Desa Wisata Hariara Pohan telah mampu mengelola sampah secara mandiri hingga mencapai hampir 7.000 kilogram. Pengolahan limbah tersebut berhasil menghasilkan lebih dari 200 liter solar yang dimanfaatkan langsung oleh kelompok tani setempat.