NADIKABAR.COM — Gilimanuk Tembus 12 Km, Ternyata Bukan Kekurangan Kapal

Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Banyuwangi, mencapai 12 kilometer. Antrean panjang terjadi, dinilai karena keterbatasan dermaga, bukan karena kekurangan kapal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, termasuk sektor industri dan pariwisata.

"Saya mengajak seluruh stakeholder angkutan penyeberangan, mulai dari regulator KSOP, BPTD dan GM PT ASDP Indonesia Ferry, beserta Ketua serta Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi serta asosiasi pengusaha penyeberangan Gapasdap, Aptrindo, perwakilan Dishub Jatim, untuk mencari solusi pengentasan kemacetan akibat kurangnya dermaga, baik di Ketapang maupun Gilimanuk," kata Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

BHS menegaskan jumlah kapal yang dapat beroperasi saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum revitalisasi dermaga.

"Saya tegaskan, terjadinya kemacetan ini bukan karena kekurangan kapal. Tapi karena kekurangan dermaga. Sampai dengan sekarang ini jumlah kapal yang bisa beroperasi hanya sekitar 28 kapal dari 58 kapal pada saat sebelum revitalisasi dermaga. Dengan adanya revitalisasi dermaga kapal yang bisa beroperasi berkurang menjadi hanya 24 kapal. Jadi di saat masyarakat terjebak kemacetan parah ironisnya, kapal yang beroperasi hanya bisa sekitar 40% dari jumlah kapal keseluruhan bukan karena rusak tetapi karena keterbatasan dermaga," tegas BHS.

"Dermaga ini adalah merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari pengelola kepelabuhanan," tegas BHS.