Adapun wilayah yang menjadi sasaran prioritas pelaksanaan OMC meliputi Kabupaten Kaimana, Teluk Bintuni, Fakfak, serta perbatasan antara Pegunungan Arfak dengan Maybrat, Papua Barat Daya.
"Kegiatan operasi dari hari pertama sampai dengan hari ini berjalan lancar," ujar Cipta Utama.
Dia menyebut hasil pemantauan BMKG terhadap peta sebaran titik panas di Papua Barat per 15 Oktober 2026 mengalami penurunan menjadi 87 titik dengan kategori sedang.
Tingkat efektivitas OMC yang menggunakan maskapai Smart Aviation dengan pesawat Cessna Caravan didukung potensi awan kumulus, sehingga sejumlah wilayah seperti Fakfak, Kaimana, dan Bintuni, mulai turun hujan.