NADIKABAR.COM — Atlet boccia Indonesia Muhammd Afrizal Syafa mengungkapkan strategi khasnya untuk menekan lawan, yaitu dengan teriakan ketika berhasil mencetak poin dalam pertandingan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Sebenarnya, (teriakan saya itu) cuma buat tekanan ke lawan saja. Itu saya lakukan di setiap pertandingan," kata Muhammad Afrizal Syafa seusai pertandingan di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu.

Afrizal mengawali langkah dalam persaingan Grup A individu putra BC1 dengan mengalahkan wakil Kazakhstan Yerkhat Almat 4-3.

Dalam laga tersebut, atlet berusia 23 tahun itu sempat tertinggal 0-3 pada babak pertama, namun, ia mampu membalikkan keadaan pada tiga babak berikutnya.

Ia menggunakan cara legal yang unik yaitu berteriak kencang setiap kali berhasil melepaskan lemparan bola sesuai keinginannya.

Teriakan Afrizal kerap menarik perhatian lawan maupun penonton. Meskipun, ia mengaku tidak mengetahui apakah caranya tersebut berhasil memengaruhi performa lawan atau tidak.

Ia mengatakan bahwa selain sebagai bentuk tekanan, teriakan tersebut juga untuk menjaga kepercayaan dirinya menghadapi tekanan dari lawan.

Upaya tersebut berbuah hasil ketika Afrizal mendominasi tiga babak dengan tidak memberi satu pun poin pada lawannya.

Ia mengakui bahwa pada babak-babak awal, penampilannya kerap tidak maksimal, seperti saat tampil pada kejuaraan lain. Oleh sebab itu, Afrizal berusaha untuk menemukan momentum dengan bermain tenang dan menikmati pertandingan termasuk dengan menjalankan strategi menekan konsentrasi lawan.

Dengan kemenangan tersebut, Afrizal membuka peluang untuk melangkah jauh sebagai juara grup. Pada laga selanjutnya, ia akan bertemu wakil Hong Kong, China, Kam Chau Chan.

Pada Asian Para Games 2026, Tim Boccia Indonesia diperkuat lima atlet andalan. Selain Afrizal, ada Muhammad Bintang Satria (BC2 putra), Felix Ardi Yuda (BC2 putra), Gischa Zayana (BC2 putri), dan Handayani (BC1 putri) yang juga memetik kemenangan pada pertandingan awal mereka di fase grup.

Seluruh pertandingan boccia Indonesia berlangsung di Nagoya City General Gymnasium atau Rainbow Hall.