Perpaduan tersebut sekaligus menggambarkan sosok perempuan Indonesia yang membawa bendera sekaligus identitas dan kebanggaan bangsa di panggung Asia.
Detail busana dilengkapi ikat pinggang yang terinspirasi dari ikat pinggang antik Bali. Elemen tersebut diterjemahkan kembali melalui teknik hand-screen printing emas, bordir emas, dan aplikasi beads.
Bagi Ghea Panggabean, dipercaya merancang busana untuk momen penutupan Asian Games menjadi bagian istimewa dari perjalanan lebih dari 45 tahun berkarya sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali merayakan Indonesia melalui fesyen.
"Bagi saya, busana ini bukan sekadar pakaian untuk sebuah seremoni. Ada cerita Indonesia di dalamnya. Prada Bali, Songket Bali, teknik para perajin, semuanya kami hadirkan untuk menunjukkan bahwa kekayaan budaya kita adalah bagian dari identitas dan kebanggaan Indonesia," ujar Ghea.
Menurut Ghea, pemilihan Prada Bali untuk busana flag bearer juga menjadi representasi bagaimana warisan budaya Indonesia dapat hadir di panggung internasional dengan interpretasi yang tetap relevan dan modern.
"Saya ingin ketika Meydiana membawa Merah Putih, yang terlihat bukan hanya seorang atlet yang membawa bendera, tetapi juga sosok perempuan Indonesia yang membawa budaya dan kebanggaan bangsanya," ujar Ghea.
Selain Meydiana, sejumlah atlet dan ofisial Tim Indonesia juga ambil bagian dalam defile upacara penutupan Asian Games 2026.