NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak Amerika Serikat (AS) untuk meredakan ketegangan atau deeskalasi dalam perang dengan Iran menyusul kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu AS.
Albanese menyebut hasil pemilu tersebut sangat signifikan dan mengatakan bahwa hal itu menjadi salah satu topik utama pembahasan para pemimpin dalam Pertemuan Kepala Pemerintahan Persemakmuran (CHOGM), menurut laporan Australian Broadcasting Corporation pada Sabtu.
Partai Demokrat berhasil menguasai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dan memenangkan mayoritas jabatan gubernur di negara bagian dalam pemilihan paruh waktu yang berlangsung Selasa.
“Baik terkait inflasi dalam perekonomian global maupun kebutuhan akan pengaturan perdagangan bebas, setiap negara dalam CHOGM ingin melihat perang berakhir dan Selat Hormuz dibuka kembali,” kata Albanese.
Mengaitkan perang dengan Iran dengan krisis biaya hidup di Australia, Albanese mengatakan akan terus menyampaikan desakan kepada Washington agar melakukan deeskalasi atau meredakan ketegangan.
Namun, ia menilai tidak perlu mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap Presiden AS Donald Trump.
“Saya telah menyampaikan secara terbuka dan langsung (kepada Trump) bahwa sudah saatnya terjadi deeskalasi,” kata Albanese.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Australia dapat mengharapkannya untuk terus mengedepankan diplomasi demi kepentingan nasional negaranya.
AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari. Gencatan senjata tercapai pada April dan nota kesepahaman ditandatangani pada Juni sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan perdamaian. Namun, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil dan konflik hingga kini belum terselesaikan.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan