Laporan media-media Israel awalnya menyebutkan bahwa pesawat yang mengangkut hampir 180 orang, mengirimkan sinyal darurat sebelum mengubah arah di wilayah udara Saudi, yang memicu Angkatan Udara Israel mengerahkan dua jet tempur untuk memeriksa pesawat komersial tersebut.

BBC secara terpisah melaporkan bahwa pesawat mengubah arah penerbangan setelah memasuki wilayah udara Yordania, lalu berbelok menuju ke Saudi.

Dugaan pembajakan muncul setelah laporan berbagai media menyebutkan data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat awalnya mengirimkan kode 7700 yang menandakan keadaan darurat umum, sebelum kemudian mengirimkan kode 7500 yang digunakan untuk mengindikasikan dugaan pembajakan atau campur tangan ilegal terhadap pengoperasian pesawat.

Pada tahap awal penanganan situasi, seorang pejabat keamanan Israel mengatakan bahwa Tel Aviv tidak memiliki bukti pasti mengenai adanya pembajakan. Namun mereka merasa khawatir karena tidak dapat menjalin komunikasi dengan pilot.

Belakangan, otoritas Israel menegaskan bahwa situasi darurat itu tampaknya disebabkan oleh "perkelahian antar pilot" dan bukan upaya pembajakan.