"Pintunya tutupan. Saya penasaran, tak gedor-gedor," ujarnya menirukan suara siswa.

Desas-desus mengenai hubungan keduanya, kata dia, sebenarnya telah berkembang cukup lama dan mulai terdengar luas di lingkungan masyarakat sebelum bulan Ramadan tahun ini.

"Desas-desusnya di luar itu kan sudah kencang," ujarnya.

Seiring berkembangnya isu tersebut, komite sekolah yang terdiri dari wali murid, warga, alumni, serta tokoh masyarakat kemudian meminta adanya kejelasan mengenai kabar yang beredar.

Namun, karena belum terdapat bukti yang dapat memastikan kebenaran isu tersebut, komite sekolah memilih memasang CCTV pada Juli lalu.

Pemasangan kamera pengawas tersebut disebut sebagai langkah untuk mendapatkan fakta dan memastikan kondisi yang sebenarnya, sehingga tidak ada pihak yang memberikan tuduhan atau kesimpulan tanpa dasar.

"Sebelumnya, belum ada bukti, sehingga Juli lalu komite sekolah memasang CCTV, untuk memastikan dan membuktikannya," katanya.

Ia menegaskan, langkah tersebut juga dilatarbelakangi kepentingan warga yang menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut. Dengan adanya isu yang berkembang, warga dan komite merasa perlu mengetahui kondisi sebenarnya.

"Warga juga menyekolahkan anak-anaknya di sini. Apalagi ada desas-desusnya seperti itu," ujarnya.