Senada, Tokoh Desa Kedungwuni, Saim (46), mengatakan pemasangan CCTV oleh warga atau komite sekolah bukan muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, dugaan perilaku tersebut disebut telah terjadi berulang kali dan bahkan diduga berlangsung pada hari tertentu.

"Itu dilakukan bukan hanya sekali. Bahkan itu sudah menjadi kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap hari Rabu dan hari Sabtu," katanya.

Saim menuturkan, sebelum pemasangan CCTV, dugaan perilaku tersebut disebut sempat diketahui oleh sejumlah guru maupun wali murid. Namun, ketika ditegur, pihak yang bersangkutan disebut membantah atau mengelak.

"Nah, sempat... Iya, sempat kepergok dengan guru, sempat kepergok dengan wali murid, ketika ditegur itu mengelak," ungkapnya.

Kondisi tersebut kemudian mendorong komite sekolah bersama karyawan lainnya mengambil inisiatif untuk memasang CCTV guna memperoleh bukti. Komite sekolah bersama karyawan disebut iuran untuk membeli CCTV Rp 200 ribu.

"Makanya dari komite sekolah ada inisiatif memasang CCTV itu untuk bisa mengambil bukti apa yang dilakukan keduanya," ujarnya.

Diketahui rekaman itu viral setelah diunggah di media sosial, salah satunya akun Facebook Pekalongan Berita. Dalam rekaman CCTV, terlihat kepsek dan guru SD tersebut berhubungan badan di kursi sebuah ruangan.

"VIRAL! Bocor Rekaman CCTV Diduga Ungkap Kemesraan Oknum Kepala Sekolah dan Guru SD di Desa Langkap, Kedungwuni," tulis akun Pekalongan Berita seperti dilihat NadiKabar.