NADIKABAR.COM — Dwi Bagus Martono (40), diduga membunuh istri siri, Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), di Madiun, pada 20 September 2026. Tersangka dan Dini awalnya menginap untuk merayakan ulang tahun AGF.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Roy HM Sihombing menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada 19 September 2026, di mana pelaku dan korban menginap di hotel kawasan Kota Madiun.

"Jadi dapat saya jelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan memang pada waktu itu antara korban dengan pelaku mau ada acara ulang tahun anaknya. Makanya mereka melakukan menginap di hotel itu pada tanggal 19 September," ujar Roy di Mapolda Jatim, dilansir NadiKabar, Selasa (27/10/2026).

Kemudian di tanggal yang sama, istri sah pelaku minta untuk dijemput.

"Nah, pada tanggal pada saat tanggal 19 itu juga istri sahnya ini minta dijemput ya dari luar sehingga dibuatlah alasan oleh si tersangka ini mobil dalam keadaan rusak kepada korban. Tanggal 19 itu juga korban mungkin cemburu itu bagaimana nelpon lagi ke tersangka kok saya dibiarin," tuturnya.

Kemudian akhirnya pada 20 September 2026 terjadi percekcokan antara korban dengan pelaku hingga terjadi pembunuhan. Dini diduga dibunuh di salah satu kamar hotel, sedangkan anaknya yang berusia 4 tahun dibunuh di dalam mobil.

"Korban DH diduga meninggal dunia akibat perbuatan tersangka di salah satu hotel di Kota Madiun yaitu dilakukan dengan cara mencekik korban sampai meninggal dunia. Sedangkan korban anak AGF diduga meninggal dunia akibat perbuatan tersangka juga di Kota Madiun tepatnya di dalam mobil. Itu juga dilakukan juga dengan cara mencekik," kata Roy.

Roy membeberkan urutan tindakan tersangka setelah membunuh Dini. Saat itu, anak korban masih berada di lokasi. Tersangka kemudian menurunkan anak tersebut ke mobil sebelum membawa jasad Dini menggunakan sleeping bag ke rumahnya.

"Jadi, korban setelah tanggal 20 itu. Pertama dia bunuh dulu istrinya dengan cara mencekik, masih ada anaknya, anaknya itu diturunkan ke mobil, setelah itu korban dibawa menggunakan sleeping bag, dimasukin," ujar Roy.