NADIKABAR.COM — Operasi modifikasi cuaca (OMC) di Jawa Timur dihentikan sementara setelah sempat dilakukan selama beberapa hari. Penyebabnya adalah tidak ada awan hujan yang ditemukan.

"OMC untuk sementara waktu belum bisa dilakukan, karena awan hujannya hampir tidak ada," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto kepada NadiKabar, Senin (14/9/2026).

Gatot mengatakan, OMC dihentikan karena kondisi awan yang saat ini sulit dijadikan hujan. Hal itu berakibat pada kecilnya efektivitas OMC dan anggaran yang cukup besar untuk melakukan OMC.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG terkait musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga awal tahun 2027. Rencananya, OMC akan dilakukan kembali pada Oktober mendatang.

"Rekomendasi dari BMKG untuk OMC akan dilakukan kembali pada Oktober. Terakhir OMC dilakukan 9 September lalu bersama Kementerian Kehutanan," tambahnya.

Untuk kekeringan yang telah melanda 24 kabupaten/kota di Jatim, Gatot menyebut BPBD mengoptimalkan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang membutuhkan.

"Saat ini 24 kabupaten/kota telah mengeluarkan status darurat kekeringan. Kami optimalkan distribusi air bersih, kami bersama BPBD kabupaten/kota, pihak swasta sudah distribusi total 11.097.500 Liter air bersih," terangnya.

Untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gatot menyebut pemadaman akan dioptimalkan melalui jalur darat dan helikopter water bombing sembari melihat kondisi cuaca di lokasi.

"Saat ini kami fokus memadamkan api di Gunung Bromo, sementara melalui jalur darat karena angin sangat kencang dan bisa membahayakan helikopter water bombing," tandasnya.