AWK bahkan menyatakan lebih memilih jumlah wisatawan yang tidak terlalu banyak, asalkan memiliki daya beli tinggi.

"Karena kita lebih baik terima turis yang nggak banyak tapi berkualitas," tegasnya.Meski demikian, AWK meminta masyarakat Bali tidak terpancing oleh seruan boikot yang beredar di media sosial.

"Yang penting masyarakat, netizen tidak usah terpancing, jalankan saja. Kalau mau datang ke Bali, ayo dong hargai pulau kami. Kalau misalkan nggak mau ke Bali juga nggak apa-apa," ujarnya.

AWK juga menilai Bali masih memiliki pasar wisatawan mancanegara yang dapat menopang sektor pariwisata daerah tersebut.

Dihina begini, bagaimana kalian masih ingin ke Bali?😁 Senator Bali: kalau ada yang ingin boikot Bali silahkan, kebetulan Bali juga ingin bersih-bersih. Sekarang Bali sedang seleksi turis yang berkualitas. Kalau tidak ada wisatawan lokal, Bali masih bisa ke turis mancanegara. https://t.co/2qQEPtUl5U

Perbincangan mengenai pernyataan AWK juga muncul di X. Sejumlah pengguna media sosial memperdebatkan gagasan wisatawan berkualitas, sikap terhadap turis domestik, serta cara merespons kritik terhadap pelayanan pariwisata Bali.

"Dia lupa apa ya pas kemaren covid, pas border dari luar negeri ditutup, siapa yg hidupin pariwisata bali kalo bukan turis lokal? Sekarang enteng bgt ngomong ngeremehin turis lokal," ujar @bousantanna.