Peristiwa longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.10 WIB. Namun, warga sekitar belum berani mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan karena hujan masih deras, kabut tebal, serta kondisi listrik padam.

"Pada pukul 02.10 WIB dikabarkan terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa rumah Imron Rosadi, namun warga sekitar belum berani menuju lokasi kejadian untuk memberi pertolongan karena hujan yang mengguyur masih deras, kabut tebal, dan listrik padam," tuturnya.

Warga baru mendatangi lokasi setelah hujan mulai reda sekitar pukul 04.30 WIB. Saat melakukan pengecekan, mereka menemukan Imron dan Hilya telah meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

Sekitar pukul 05.00 WIB, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat keamanan dan perangkat desa. Proses evakuasi kedua korban dilakukan setelahnya.

"Pada pukul 05.00 WIB warga melaporkan kejadian tersebut ke aparat keamanan dan ke pihak desa, kemudian berusaha melakukan evakuasi korban. Kedua korban dibawa ke rumah orang tuanya di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, untuk dilanjutkan prosesi pemakaman di kampung orang tua korban," katanya.

Isnugroho mengatakan aparat keamanan, perangkat desa, dan warga setempat bergotong royong membersihkan material longsor yang menimbun rumah korban.