NADIKABAR.COM — Bharatu Laurentius Valdo Fernandez tewas tertembak di Mako Polairud Baharkam, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Ayah kandung Valdo, Antonius Fernandez mengatakan anaknya merupakan tulang punggung keluarga.

"Dia sosok yang suka membantu dan muda bergaul. Dia sudah bertugas 6 tahun 7 bulan di Polairud (Tanggerang Selatan). Dia tulang punggung keluarga," ujar Antonius dilansir dari NadiKabar, Senin (19/10/2026).

Valdo merupakan satu-satunya anak laki-laki dari tiga bersaudara. Kepergian putranya meninggalkan duka mendalam bagi Antonius, yang mengaku masih terus teringat sosok anaknya itu.

"Pertama di Polair, 3 tahun belakangan pindah ke Poludara. Anak laki-laki tunggal. Tidak pernah terpikirkan dengan keadaan seperti ini. Sakitnya luar biasa," imbuh Antonius saat mendengar kabar kematian anaknya.

Antonius berharap proses hukum terhadap kasus yang menewaskan putranya tetap berjalan. Dia menduga kasus itu merupakan pembunuhan berencana.

"Ini pembunuhan berencana," tandasnya.

Bharatu Valdo dimakamkan di kampungnya di San Dominggo, Flores Timur, Minggu (18/10) siang. Isak tangis keluarga pecah saat upacara pemakaman Bharatu Valdo.

Kapolres Flores Timur, AKBP Gede Putra Yase, mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya Bharatu Valdo. Gede Putra menyebut Bharatu Valdo sebagai anggota Bhayangkara yang berintegritas dan tulang punggung bagi keluarga.

"Dia pahlawan terbaik untuk keluarga dan institusi Polri. Kami seluruh jajaran akan mengenang almarhum sebagai Bhayangkara yang berani berintegritas dan penuh kasih," ujar Gede Putra di sela-sela menghadiri prosesi pemakaman tersebut.

Simak selengkapnyadi sini dandi sini