NADIKABAR.COM — Asosiasi Zero Emisi Indonesia (AZEI) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyepakati pengelolaan kelautan dan perikanan rendah emisi untuk memperkuat perlindungan lingkungan, ekonomi berkelanjutan, serta kesejahteraan masyarakat.
"Pengelolaan kelautan yang rendah emisi harus dilakukan secara inklusif dan sistematis dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya," kata Ketua Umum AZEI Mohammad Syamsul Maarif dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara dan Ketua Umum AZEI Mohammad Syamsul Maarif. Kesepakatan menjadi landasan institusional bagi kedua pihak untuk mengembangkan program pengelolaan kelautan dan perlindungan lingkungan laut yang produktif, inklusif, inovatif, rendah emisi, dan berkelanjutan.
Syamsul menegaskan kesepakatan AZEI dengan KKP bukan tujuan akhir melainkan awal kerja konkret dan juga menjadi landasan untuk melanjutkan kerja bersama.
Menurutnya, laut dan pesisir merupakan jantung perekonomian Indonesia. Karena itu, transisi rendah emisi tidak cukup hanya menghadirkan teknologi, namun harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kondisi lapangan, dan dampak yang terukur.
Senada, Executive Chairman dan Co-Founder AZEI Tanjung Sentosa menyatakan nilai sesungguhnya dari kerja sama ini akan ditentukan setelah penandatanganan.
"Indonesia memiliki kekayaan laut dan pesisir yang luar biasa. Tantangannya bukan hanya bagaimana kita menurunkan emisi tetapi bagaimana kita melakukannya dengan cara yang memperkuat ekonomi, memberi manfaat kepada masyarakat dan tetap menjaga lingkungan laut kita," kata Tanjung.
Ia menambahkan, persoalan terbesar transisi energi sering kali berada di antara gagasan dan pelaksanaan.
"Teknologi adalah bagian dari jawabannya tetapi bukan seluruh jawabannya. Kita harus memahami kebutuhan yang sebenarnya, siapa yang menggunakan, siapa yang menjalankan, bagaimana ekonominya bekerja dan apa manfaat yang ingin kita capai," jelasnya.
Bagi AZEI, tujuan jangka panjang kerja sama ini adalah melahirkan program yang berangkat dari kebutuhan nyata Indonesia, didukung data dan bukti, serta memiliki hasil yang dapat diukur agar bisa menjadi pembelajaran untuk wilayah lain.