"Karena itu, kejadian seperti ini adalah sebuah kejadian yang mencoreng keberagaman kita, tidak boleh terjadi lagi dan harap menjadi pelajaran buat kita semua," tegasnya.

Adanya pembakaran warung mi babi di Sukoharjo, Babe Haikal menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Menurutnya, penghormatan terhadap pilihan halal dan nonhalal merupakan bagian penting dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

"Kami mendengar dan melihat di media sosial adanya sebuah warung dibakar karena menjual makanan tertentu yang dikategorikan tidak halal bagi sebagian besar masyarakat yang merupakan umat Islam di Indonesia. Bersama ini kami tekankan bahwa hal ini (pembakaran tersebut) adalah kejadian yang sangat memalukan. Tidak boleh terjadi lagi, dan harap ini menjadi kejadian yang pertama dan terakhir," imbuhnya.

Senada dengan Babe Haikal, Pengurus Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Abdurrahim Al-Ba'asyir, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kedamaian dan menghindari hal-hal yang berpotensi memicu ketegangan sosial. Abdurrahim berharap pemerintah lebih peka terhadap persoalan di tengah masyarakat agar tidak menjadi konflik.