Artinya: "Dari Muhammad (bin Sirin) dari sahabat-sahabatnya meriwayatkan bahwa, 'Ubay bin Kaab mengimami mereka di bulan Ramadan dan membaca qunut di separuh bulan Ramadan.'" (HR Abu Daud, hadis dhaif)
Menurut pandangan Imam An-Nawawi, hadits ini bersifat dhaif karena adanya rawi yang tidak diketahui. Tidak ada hadits shahih yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW membaca qunut ketika salat witir, baik pada saat Ramadan maupun di luar Ramadan, kecuali hadits yang meriwayatkan bahwa beliau pernah mengajari cucunya, Hasan bin Ali, mengenai doa qunut witir.
Oleh karenanya, para imam dari berbagai mazhab memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai qunut witir. Imam Abu Hanifah mewajibkannya sepanjang tahun (muridnya menilai sunah), Malikiyah menganggapnya makruh, Syafi'iyah menilai sunah khusus pada separuh akhir Ramadan, Hanabilah menyunahkan sepanjang tahun, sedangkan Imam Thawus menilai sebagai bid'ah.
Menukil dari buku Fiqh Wabah: Panduan Syariat, Fatwa Ulama, Regulasi Hukum, dan Mitigasi Spiritual oleh LPBKI MUI Pusat, qunut nazilah merupakan doa yang secara khusus dipanjatkan pada saat salat fardu lima waktu ketika menghadapi musibah. Hukum mengerjakan qunut nazilah adalah sunah ketika terjadi malapetaka atau bahaya yang menimpa umat Islam. Ketentuan ini didasarkan pada hadits shahih berikut:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا لِقَتْلِ القُرَّاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ. (متفق عليه)
"Sungguh Nabi SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan karena (tragedi) terbunuhnya para qurra' (ahli Al-Qur'an) radhiyallahu 'anhum." (HR Bukhari dan Muslim)
"Diriwayatkan dari Ibn 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, 'Rasulullah SAW berdoa qunut (nazilah) secara terus-menerus dalam salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh, mendoakan atas Ri'li, Dzakwan, 'Ushayyah di setiap akhir salat, yaitu ketika beliau mengucapkan: 'Sami'allahu liman hamidah' di rakaat terakhir, dan orang yang (berjamaah) di belakangnya mengamininya.'" (HR. Abu Dawud)
Pada dasarnya qunut Subuh memiliki lafaz bacaan yang sama persis dengan qunut witir. Menukil dari buku Panduan Shalat Lengkap karya Sa'id bin Ali bin Wahaf Al-Qahthani, doa qunut didasarkan pada hadits Hasan bin Ali, ia bercerita,