Setelah berhasil meloloskan diri dari kejaran penduduk Taif, Rasulullah SAW berteduh di sebuah kebun anggur milik 'Utbah dan Syaibah. Di bawah naungan pohon anggur dalam keadaan tubuh terluka dan lelah luar biasa, beliau memanjatkan doa yang sangat mengharukan:
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ أَشْكُو ضُعْفَ قُوَّتِي، وَقِلَّةَ حِيْلَتِي، وَهَوَانِي عَلَى النَّاسِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، أَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ، وَأَنْتَ رَبِّي
Allahumma ilaika asyku dhu'fa quwwati, wa qillata hilati, wa hawani 'alan-nas, ya arhamar-rahimin, anta rabbul-mustadh'afin, wa anta rabbi.
Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahan meyakinkanku, keterbatasan daya upayaku, dan kehinaanku di hadapan manusia. Wahai Dzat Yang Maha Penyayang di tim redaksi para penyayang, Engkaulah Tuhan orang-orang yang tertindas, dan Engkaulah Tuhanku."
إِلَى مَنْ تَكِلُنِي؟ إِلَى بَعِيدٍ يَتَجَهَّمُنِي؟ أَمْ إِلَى عَدُوٍّ مَلَّكْتَهُ أَمْرِي؟ إِنْ لَمْ يَكُنْ بِكَ عَلَيَّ غَضَبٌ فَلاَ أُبَالِي، وَلَكِنَّ عَافِيَتَكَ هِيَ أَوْسَعُ لِي