Ila man takiluni? Ila ba'idin yatajahhamuni? Am ila 'aduwwin mallaktahu amri? In lam yakun bika 'alayya ghadhabun fala ubali, wa lakinna 'afiyataka hiya awsa'u li.
Artinya: "Kepada siapakah Engkau hendak menyerahkan diriku? Kepada orang jauh yang memandangku dengan muka masam? Atau kepada musuh yang Engkau beri kuasa atas urusanku? Sungguh, asalkan Engkau tidak murka kepadaku, maka aku tidak peduli (atas ujian ini). Namun, keselamatan dan perlindungan dari-Mu tentu lebih lapang bagiku."
أَعُوذُ بِنُورِ وَجْهِكَ الَّذِي أَشْرَقَتْ لَهُ الظُّلُمَاتُ، وَصَلُحَ عَلَيْهِ أَمْرُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، مِنْ أَنْ تُنْزِلَ بِي غَضَبَكَ، أَوْ يَحِلَّ عَلَيَّ سَخَطُكَ، لَكَ العُتْبَى حَتَّى تَرْضَى، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ
A'udzu binuri wajhikalladzi asyraqat lahudh-dhulumat, wa shaluha 'alaihi amrud-dunya wal-akhirah, min an tunzila bi ghadhabaka, aw yahilla 'alayya sakhatuka, lakal-'utba hatta tardha, wa la haula wa la quwwata illa bika.
Artinya: "Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari kegelapan dan membenahi seluruh urusan dunia dan akhirat, dari turunnya murka-Mu kepadaku atau timbulnya kemarahan-Mu atas diriku. Bagi-Mu lah hak untuk menegurku hingga Engkau ridha. Dan tiada daya serta upaya melainkan dengan pertolongan-Mu."