Sebagai Bunda Literasi Kabupaten Kupang, Aurum juga mengajak anak-anak membangun budaya membaca sejak dini, tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami dan menganalisis informasi yang diperoleh.
"Tentu saya berharap kebiasaan membaca dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan kemampuan anak-anak kita dalam menganalisis apa yang mereka baca sehingga menjadi fondasi untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Kupang," ujarnya.
Deputy Program Director Education Ecosystems and Subnational Management INOVASI Handoko Widagdo mengatakan pihaknya mendukung upaya Pemkab Kupang meningkatkan kapasitas guru di sekolah-sekolah yang telah menerima bantuan buku bacaan bermutu dari Badan Bahasa.
Ia menjelaskan kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung pemanfaatan buku bacaan yang telah disalurkan, termasuk dampaknya terhadap kemampuan membaca siswa.
"Ternyata, kita lihat hari ini bahwa buku digunakan dengan baik, gurunya bisa menggunakan, dan anak-anak senang dengan buku-buku tersebut," katanya.
Ia mengatakan INOVASI memberikan pelatihan kepada guru sekaligus melakukan pemantauan bersama pemerintah daerah untuk memastikan pemanfaatan buku bacaan bermutu.
Pendampingan secara langsung oleh INOVASI juga telah dilakukan di lima kabupaten di NTT, yakni Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, dan Nagekeo.