Namun, dia menekankan bahwa perencanaan sabo dam harus didahului oleh kajian mendalam terkait hidrologi, sedimentologi, dan geoteknik agar kapasitas tampungnya presisi terhadap potensi volume longsoran susulan.

Badan Geologi mengharapkan langkah teknis ini dapat melindungi kawasan pemukiman, kompleks perkantoran, dan jalur vital Solok-Padang dari ancaman banjir material berulang di masa mendatang, sebagaimana hasil evaluasi dari peristiwa banjir bandang 21 September lalu.

Tim penyelidik Badan Geologi melaporkan hasil evaluasinya bahwa peristiwa banjir bandang di Kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, itu dipicu oleh kombinasi hujan lebat serta penyumbatan material longsoran di wilayah hulu lereng barat Gunung Talang.

Adapun peristiwa yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang cukup masif itu diawali oleh pergerakan tanah di bagian hulu akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak dua hari sebelumnya.

Material longsor berupa tanah, batuan vulkanik, dan bongkah andesit berukuran 2 hingga 3 meter masuk ke alur sungai dan terakumulasi di lokasi pertemuan dua lembah utama.