Menurut Sri Sultan, karena itu hasil penelitian dan kajian geologi tidak cukup berhenti di lingkungan akademis atau laboratorium. Pengetahuan tersebut harus dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat serta komunikasi risiko yang mudah dipahami masyarakat.
"Pengetahuan ilmiah harus mampu melintasi batas laboratorium, menjangkau pemahaman warga, dan menjelma menjadi keputusan yang menyelamatkan," kata Sri Sultan.
Lebih lanjut, Sri Sultan mengingatkan pentingnya keadilan antargenerasi dalam setiap kebijakan pembangunan, karena itu keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya diukur dari manfaat ekonomi, tetapi juga keselamatan manusia dan keseimbangan ekologis yang terpelihara.
"Masa depan umat manusia ditentukan oleh kedalaman pengetahuannya dalam memahami bumi, dan terlebih lagi, oleh kearifannya menjaga kehidupan di atasnya," tutup Sri Sultan.