Adapun akuifer salin merupakan lapisan batuan bawah permukaan bumi yang mengandung air asin atau air bersalinitas tinggi dan tidak layak konsumsi, sehingga sangat potensial dan aman dimanfaatkan untuk menyimpan injeksi gas karbon dioksida.
"Secara spesifik, prioritas kerja kami dititikberatkan pada cekungan-cekungan sedimen yang belum berproduksi migas atau area frontier. Optimalisasi formasi akuifer salin atau saline aquifer sebagai media penyimpanan karbon yang berbasis survei geologi dan skrining regional," kata dia.
Dia memaparkan bahwa potensi penyimpanan dari 41 area tersebut terbesar di Pulau Kalimantan dengan kapasitas mencapai 4.824 Gt CO2e yang mencakup 12 area, seperti Bengkayang, Entikong, Tabang, hingga Puruk Cahu.
Kemudian, Pulau Jawa dengan kapasitas 1.225 Gt CO2edi 15 area yang meliputi Sragen, Banyumas, Kediri, hingga Bogor, serta Pulau Sumatera dengan potensi 386 Gt CO2e di 14 area termasuk Padang Sidempuan, hingga Muara Enim, dan Baturaja di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.