Badan Geologi siap untuk memperluas koridor pemetaan wilayah tangkapan karbon secara bertahap sebagai langkah lanjutan penyelamatan ekologis dalam jangka menengah.
Dalam hal ini, Lana menyebut bahwa pada tahun 2026, kajian lapangan difokuskan dari Bali hingga Nusa Tenggara, kemudian dilanjutkan ke wilayah Sulawesi hingga Papua pada periode 2027-2028.
"Bali hingga Nusa Tenggara pada 2026. Selanjutnya, pada tahun 2027-2028 kajian akan diperluas ke wilayah Sulawesi hingga Papua," kata dia.
Dia menekankan bahwa penyediaan basis data untuk penyimpanan CO2 ini menjadi fondasi yang kuat dalam mengakselerasi proyek CCS di Indonesia guna mencapai target penurunan emisi karbon sebagai kontribusi komitmen nasional menahan laju kenaikan suhu global tidak lebih dari 1,5 celcius, hal ini sebagaimana yang dimandatkan dalam Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCC).