Sukadana menuturkan penyaluran vaksin tersebut akan difokuskan pada penanganan darurat serta wilayah yang cakupannya masih rendah. Menurutnya, prioritas utama pengawasan diarahkan ke titik rawan di kawasan Badung selatan.

"Stok ini dimanfaatkan untuk vaksinasi darurat dan daerah yang cakupannya masih kurang. Fokus prioritas kami saat ini ada di Kecamatan Kuta Selatan, terutama Kelurahan Benoa dan Jimbaran," kata dia.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan penyisiran secara terstruktur untuk menjangkau seluruh populasi HPR. Upaya tersebut juga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana untuk melakukan pendataan HPR di Badung.