Dengan status sebagai pemain yang sudah senior, matang, dan kenyang pengalaman, bukan tidak mungkin ada rasa minder ketika harus kembali membangun semuanya dari awal. Namun, hal itu tidak dirasakan Bagas/Apri. Pasangan yang sama-sama berusia 28 tahun itu justru melihat tugas tersebut sebagai tantangan baru yang harus dihadapi dengan jiwa petarung.
"Sebenarnya dilihat dari situ sudah matang. Cuma kami harus berpikir kembali lagi jangan berpikir seperti itu. Awal dari ganda putra, ke mix juga, sama harus dari nol lagi. Ini sebenarnya enggak apa-apa sih," ujar Bagas.
"Kalau jiwa petarung sih enggak ada begitu. Anggap saja ini tantangan baru. Gas lagi. Lagian masih muda kan," ucapnya mantap.
Apri sepakat dengan Bagas. Baginya, keputusan pindah ke ganda campuran merupakan pembuktian bahwa dirinya masih mampu bersaing dan masih banyak hal yang bisa dieksplorasi.