NADIKABAR.COM — Atlet soft tennis putra Indonesia Bagus Pradewa, berkomitmen melatih lagi kemampuannya setelah menelan kekalahan telak pada babak semifinal beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Minggu.
Bagus mengaku belum maksimal saat bertanding sehingga tidak mampu mengimbangi permainan Toshiki Uematsu yang jauh berpengalaman.
"Saya juga kurang (pengalaman) dalam soft tennis. Sebelumnya, saya lebih banyak dari tenis, bukan murni soft tenis. Mungkin harus lebih banyak latihan lagi dan latih tanding lagi untuk menaikkan mental," ujar Bagus saat ditemui di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Minggu.
Bagus bermain pada partai kedua babak semifinal beregu putra, yang mempertandingkan tim Indonesia melawan tim tuan rumah Jepang, dengan skor akhir 0-2.
Bagus tidak berat hati untuk mengakui pertemuannya dengan Uematsu, yang sudah mengantongi tiga medali emas, menjadi pertandingan yang tidak imbang.
Selain itu, dia mengakui mentalnya juga belum matang untuk berlaga di level kompetisi Asia karena kompetisi itu menjadi debut baginya.
"Agak grogi juga karena baru pertama kali ikut Asian Games. Pada delapan besar kemarin, saya sudah mati-matian melawan India. Sekarang ketemu Jepang, apalagi tuan rumah di center court, penontonnya ramai juga," ujar Bagus.
Cabang olahraga soft tennis beregu putra menyumbang medali perunggu bagi Kontingen Indonesia, yang diperoleh sebagai hasil laga melawan Tim Jepang pada Minggu.
Indonesia dipaksa mengakui keunggulan Jepang, yang menjadi tanah kelahiran cabang olahraga soft tennis, dengan skor akhir 0-2.
Pada partai pertama, pasangan Tio Hutauruk/Fernando Sanger yang diturunkan untuk melawan duo Takuya Kurosaka/Takafumi Uchimoto, juga membuka pertandingan dengan hasil minor.
Dari lima gim yang dilakoni, pasangan Tio/Fernando hanya mendulang satu kemenangan.