NADIKABAR.COM — Warga Baduy dari berbagai kalangan mengenang fotografer ANTARA M Bagus Khoirunas yang hingga kini belum ditemukan setelah kecelakaan saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada 7 September 2026.

Bagus merupakan satu dari lima jurnalis yang dilaporkan hilang dalam peristiwa tersebut. Kabar itu sampai ke masyarakat Baduy melalui pemberitaan televisi dan media sosial.

Selama ini, Bagus dikenal warga Baduy karena kerap datang untuk mengabadikan kehidupan masyarakat adat, mulai dari seni tradisional, kerajinan, budidaya lebah madu, hingga kegiatan pertanian.

Jaro Oom, Tetua Adat Baduy sekaligus Kepala Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, mengatakan Bagus kerap mengangkat berbagai kegiatan masyarakat Baduy, termasuk kerajinan, budidaya lebah madu, budaya adat, seni tradisional, pemilu, kesehatan, dan komoditas pertanian ladang.

Menurut dia, publikasi karya foto Bagus di ANTARA turut membawa manfaat bagi masyarakat Baduy, terutama karena semakin banyak pengunjung yang ingin mengetahui kehidupan Baduy.

Kehadiran pengunjung juga berdampak terhadap kegiatan ekonomi warga. Mereka membeli hasil kerajinan masyarakat Baduy. Pada musim durian, kawasan permukiman adat bahkan menjadi lebih ramai hingga terjadi kemacetan panjang.

Kabar hilangnya Bagus membuat masyarakat Baduy terpukul. Fotografer itu telah lama hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat adat.

"Kami terpukul M Bagus yang begitu aktif mengangkat kegiatan di kawasan permukiman Baduy hilang. Karya beliau sangat positif," kata Jaro Oom, 4 Oktober 2026.

Selama mengenal Bagus, Jaro Oom menilai pengambilan foto yang dilakukan fotografer ANTARA tersebut memiliki nilai dokumentasi dan tetap menghormati adat istiadat setempat. Ia juga kerap menghubungi Bagus untuk menyampaikan informasi jika ada kegiatan masyarakat adat.

Jaro Oom menilai hasil jepretan Bagus memberikan hal positif bagi masyarakat Baduy. Bagus, menurut dia, bukan kreator konten, melainkan wartawan yang datang untuk meliput berbagai kegiatan masyarakat adat.

Bagus bersama istrinya beberapa kali mengunjungi kediaman Jaro Oom. Mereka juga sesekali berbincang dan berdiskusi mengenai berbagai hal.