NADIKABAR.COM — Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan olahraga menyusul tragedi yang menimpa Ayudiah Rivana Tridiandinita dan Syabilla Rizkia Putri Raharja.
Ayudiah, yang merupakan atlet pencak silat kota Semarang, meninggal usai bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Pada babak perempat final yang digelar Senin (26/10/2026), Ayudiah mengalami cedera pada jari tengah usai terkena tendangan lawan. Ia mengalami luka dan pergeseran pada ruas jari.
Setelah ditangani sesuai standar yang ditetapkan, Ayudiah dilarikan ke Rumah Sakit Primaya Semarang pada Selasa (27/10) sekitar pukul 18.00 WIB dan menjalani operasi.
Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) mengutus pelatih untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada kegiatan yang diselenggarakan KONI Jawa Tengah tersebut. Dikabarkan oleh salah satu pelatih PB IPSI tersebut, setelah operasi kondisi terpantau baik dan sempat dibesuk. Ayudiah bahkan masih bisa menggunakan ponsel.