Pihaknya mencatat paparan kabut asap telah berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat setempat. Lebih dari 10.000 warga dilaporkan menderita berbagai gangguan saluran pernapasan, seperti asma, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata dan kulit, hingga pneumonia.
Hal itu juga terlihat dari jumlah kunjungan pasien yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap terus mengalami peningkatan signifikan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pada Rabu (7/10) saja, lanjutnya angka kunjungan warga yang membutuhkan perawatan medis terkait dampak asap dilaporkan mencapai 374 pasien.
"Yang sudah terpapar sampai hari ini sudah lebih 10.000 orang yang terkait dengan asap ini, asma, ISPA, iritasi, pneumonia. Kemudian yang tertinggi kemarin 7 Oktober itu, pasien kita terkait dengan hal ini 374," ujarnya.