Dalam kesempatan terpisah, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan pemangkasan birokrasi tersebut adalah memotong waktu tender yang memakan waktu lama, menghilangkan jeda ketika terjadi gagal lelang, hingga memangkas waktu kajian agar tidak berlangsung terlalu lama.

"Misalnya, tendernya yang makan waktu yang lama, kajiannya terlalu lama, kemudian kalau misalnya terjadi gagal lelang, terus kemudian ada break dulu baru dilelang lagi, dan lain sebagainya, itu yang dipangkas," kata Tri.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat merampungkan PLTS 100 GW dalam tiga tahun untuk memastikan kemandirian energi Indonesia.