Presiden menyoroti bahwa kapasitas pembangkit listrik di Indonesia baik yang menggunakan batu bara, minyak, gas dan panas bumi (geothermal) saat ini mencapai 88 gigawatt.

Dengan pembangunan itu, maka dapat memastikan tercapainya kemandirian dan ketahanan energi tanah.

Tak hanya kemandirian energi, pembangunan pembangkit listrik itu juga akan mampu mengurangi pengeluaran negara. Dengan pembangunan 100 GW PLTS dapat mendukung efisiensi biaya listrik mencapai Rp73,9 triliun.