"Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan dalam rangka menambal defisit terhadap subsidi BBM itu kita akan mencapai Rp165 triliun Pak Menteri Keuangan. Jadi, surplus sekitar Rp30 triliun, ini untuk PNBP," ujar Bahlil.
Kinerja positif juga terlihat pada sektor ekspor batu bara. Meski volume ekspor JanuariβSeptember 2026 turun menjadi sekitar 343 juta ton dibandingkan 374 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor justru meningkat dari sekitar 21 miliar dolar AS menjadi 23,71 miliar dolar AS.
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan nilai ekspor di tengah penurunan volume komoditas yang dikirim ke luar negeri.
"Jadi, barang produksi turun pendapatan naik,β kata Bahlil saat menjelaskan perkembangan kinerja ekspor batu bara nasional.