Sementara itu, ekspor nikel juga menunjukkan peningkatan. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor nikel dilaporkan mencapai sekitar 24,55 miliar dolar AS, naik dibandingkan periode Januari–Agustus 2025 yang tercatat sebesar 21,22 miliar dolar AS.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator penguatan kontribusi komoditas mineral terhadap perdagangan nasional.

Pada kesempatan itu, Bahlil turut melaporkan ke Presiden Prabowo bahwa cadangan BBM nasional dipastikan dalam kondisi aman.

"Untuk cadangan BBM kita sekarang untuk pertalite Bapak Presiden di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi. RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional," ujar dia.