NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian global.
"Saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita untuk pertalite itu 16 sampai 18 hari. Untuk yang RON 92, RON 95, RON 98 itu di atas 20 hari semua. Termasuk solar kita semua di atas 20 hari," kata Bahlil dalam pernyataan pers, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Bahlil menjelaskan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) saat ini telah mencapai kisaran 105-106 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Sementara itu, rata-rata harga ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 berada di kisaran 91-92 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.
Menurut dia, perkembangan tersebut menjadi bagian dari situasi global yang semakin tidak menentu.
Selain membahas kondisi pasokan BBM nasional, Bahlil juga melaporkan perkembangan distribusi BBM di Bali yang sebelumnya mengalami kendala akibat keterlambatan kapal pengangkut pasokan dari Jawa.
Dia mengatakan cadangan BBM di Bali telah meningkat menjadi 11-12 hari. Pemerintah meminta agar cadangan tersebut ditingkatkan menjadi 15 hari dalam satu minggu ke depan, sehingga setara dengan standar nasional.
"Sekarang statusnya Bali cadangannya kita naikkan, sekarang per hari ini sudah menjadi 11 sampai 12 hari, dan saya minta untuk satu minggu ke depan bisa mencapai dengan 15 hari, sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional," ucap dia.
Bahlil menyebut kendala distribusi di Bali telah terurai melalui koordinasi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan Pertamina.
Terkait laporan gangguan pasokan BBM di Bangkalan dan Sampang, Jawa Timur, Bahlil mengatakan Pertamina telah melaporkan bahwa persoalan tersebut dapat diatasi melalui penyaluran pasokan tambahan.
Dia menegaskan bahwa kendala di sejumlah daerah tersebut berkaitan dengan distribusi, bukan kondisi cadangan BBM nasional secara keseluruhan.
"Saya sudah mendapat laporan bahwa sudah bisa terurai dengan pasokan yang sudah mereka lakukan di sana, (penyebabnya) distribusi. Cadangan nasional kita kan di 16 sampai 18 hari," kata Bahlil.