Menurut Bahlil, rendahnya harga nikel di pasar internasional disebabkan oleh produksi Indonesia yang surplus.

Ia menyoroti terjadinya kelebihan pasokan nikel sekitar 800 ribu ton di pasar dunia.

Oleh karena itu, Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memerintahkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno untuk mengendalikan suplai nikel dalam pemberian persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).