βPLTN nuklir yang akan di Halmahera itu bekerja sama kalau tidak salah dalam kajian sekarang, masih dalam kajian itu dengan Rusia. Terus ada beberapa juga lokasi di Kalimantan, dan ada beberapa lokasi juga yang ada di Sumatera, salah satu di antaranya adalah Kepri,β ujarnya.
Bahlil menegaskan, pemerintah akan terlebih dahulu melakukan kajian kelayakan atau feasibility study (FS) sebelum memutuskan pengembangan PLTN di lokasi-lokasi tersebut.
βIni kita kaji dulu, kita sedang mempertimbangkan, kalau sudah lolos FS-nya, baru kita lakukan,β katanya.
Ia menambahkan, negara yang akan menjadi mitra pengembangan nuklir harus memiliki kemampuan dan rekam jejak yang teruji di bidang tersebut.