Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pengembangan riset nuklir oleh BRIN dan lembaga pemerintah lainnya diarahkan untuk kebutuhan energi dan kesehatan, termasuk pembangunan PLTN.

Prasetyo yang juga Juru Bicara Presiden RI menjelaskan BRIN telah memamerkan hasil riset dan inovasi bidang nuklir di Istana Kepresidenan RI pada 6 Agustus, termasuk kesiapan teknologi untuk mendukung pembangunan PLTN.

Dalam pameran tersebut, peneliti BRIN menyampaikan kesiapan untuk mendukung rencana pemerintah membangun PLTN.

Peneliti BRIN juga menjelaskan Indonesia memiliki potensi uranium hingga 89.000 ton dan thorium sebanyak 143.000 ton. Peneliti saat ini juga telah berhasil memurnikan uranium hingga 60 persen.