NADIKABAR.COM — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperkuat kegiatan patroli dan memperketat langkah strategis guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Mataram, menyikapi insiden kekerasan yang diduga menjadi aksi geng motor pada awal pekan Ini.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram M Israk Tantawi Jauhari di Mataram, Kamis, mengatakan, langkah itu ditekankan menyusul hasil koordinasi lintas instansi yang telah dilakukan bersama jajaran Polresta Mataram, Pol PP, Dishub, serta instansi terkait lainnya yang memiliki akses dalam pengawasan dan patroli kota."Hasil koordinasi lintas sektor kemarin, beberapa instansi yang punya akses anggota berpatroli se-Kota Mataram, akan aktifkan lagi," katanya.
Hal tersebut disampaikan menyikapi kondisi setelah insiden kekerasan yang diduga menjadi aksi geng motor pada Minggu (25/10) di empat lokasi dalam satu malam di Kota Mataram yakni di kawasan Punia, depan Lombok Epicentrum Mall, Ampenan, dan Udayana. Akibat kejadian itu seorang siswa SMP meninggal dunia.